Buruh Migran Indonesia (BMI) atau yang lebih dikenal dengan TKI, adalah mereka yang bekerja di Negara tetangga. Belakangan ada anugrah untuk BMI yaitu sebuah sebutan Pahlawan Devisa ( saya pribadi tidak suka disebut pahlawan devisa) BMI terlahir dari kemiskinan, serta kegagalan pemerintah dalam menyediakan lapangan pekerjaan, sebagai gantinya pemerintah meng- Expor tenaga kerja ke berbagai Negara. Untuk kemudian apa yang terjadi pada jutaan rakyat Indonesi yang bekerja di Luar Negri ? Menjadi buruh, atau menjadi korban perbudakan modern ?
Mari kita telusuri dari kasus-kasus yang terjadi pada BMI, Di Arab Saudi misalnya, Ani BMI Arab Saudi asal Mlilir- Madiun sudah bekerja selama 2tahun, dia tidak pernah keluar sama sekali dari rumah majikan. Bahkan membuang sampahpun dikawal, "Saya sudah hampir dua tahun disini, jangankan libur buang sampah aja dikawal kok. Mereka takut kalau saya kabur." Tulisnya melalui pesan 20/5. Ia juga menambahkan hal ini terpaksa dilakukan, "Menurut saja, karena memang itu peraturanya. Kalau pulang kasihan orang tua yang butuh biaya hidup. Dirumah (Indonesia-red) juga nganggur." Paparnya.
Hal semacam ini bukan hanya terjadi di Arab Saudi, di Malaysia, Singapore bahkan di Hong Kong yang terkenal dengan negara hukumpun banyak sekali terjadi penyekapan, dengan jam kerja yang panjang, tidak mendapatkan jatah makan, didiskriminasi dan perlakuan tidak menyenangkan lainya. Pemerintah bukan tidak tahu dengan kondisi semacam ini, akan tetapi pemerintah mempercayakan sepenuhnya penempatan para TKI ke pihak swasta dalam hal ini PJTKI, untuk menempatkan tenaga kerja ke Luar Negri.
Dan masih ribuan kasus serupa yang tidak terungkap ke publik. Seperti kasus yang baru saja terjadi ( kasus masih dalam proses persidangan) pada Erwiana, BMI asal Ngawi, selama 8 bulan disiksa tak seorangpun yang tahu. Gadis 23tahun ini dideportasi dalam keadaan sekarat.
Sebelumnya Erwiana sudah melaporkan kondisi kerjanya pada Agen/PJTKI yang menyalurkan . Akan tetapi karena Erwiana masih dalam potongan biaya penempatan, maka pihak Agen tidak menindak lanjuti laporan Erwiana pada waktu itu.
Dari banyaknya kasus yang terjadi pada para BMI, sehingga timbul pertanyaan, Benarkah kita buruhI ? ataukah kita korban perbudakan modern ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar